Sinteks : Jurnal Teknik
https://www.stt.web.id/jurnal/index.php/teknik
<p><strong>Sinteks : Jurnal Teknik</strong> diterbitkan 2 kali dalam satu tahun, Pada bulan Juni dan Desember. Pendapat yang dinyatakan dalam jurnal sepenuhnya merupakan pendapat pribadi penulis, tidak mencerminkan dewan Redaksi. Segala hal tentang naskah jurnal adalah wewenang redaksi untuk memuat atau tidak memuat, memperbaiki, atau meringkas tulisan yang akan dimuat tanpa meragukan maksud dan tujuan. Redaksi Sinteks : Jurnal Teknik menerima sumbangan artikel ilmiah dari para peneliti, pendidik dan pemerhati masalah teknik rekayasa bidang teknik sipil, teknik elektro, teknik industri dan arsitektur secara luas.</p> <p style="background: #FBFBF3; margin: 12.0pt 0in 12.0pt 0in;"> </p>Sekolah Tinggi Teknik Malangid-IDSinteks : Jurnal Teknik1907-2007Klasterisasi Tingkat Pendidikan Masyarakat Jawa Timur Menggunakan FCM (Fuzzy-C-Means) Clustering
https://www.stt.web.id/jurnal/index.php/teknik/article/view/278
<p>Dalam menunjang program pemerintah bidang pendidikan, perlu dikaji lebih dalam mengenai partisipasi tingkat pendidikan suatu wilayah. Hasil penelitian ini bisa digunakan sebagai acuan pemerintah untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam bidang pendidikan agar tidak terjadi ketimpangan antara wilayah satu dengan wilayah yang lain. Data wilayah yang akan dilakukan pemetaan adalah wilayah Jawa Timur dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari BPS Provinsi Jawa Timur Tahun 2023. Analisis menggunakan algoritma <em>Fuzzy-c-means clustering</em> dan untuk mengukur kualitas <em>clustering</em> ini menggunakan metode <em>xie beni indekx </em>(XBI). Hasil pengujian terhadap seluruh data wilayah yang terdapat 38 wilayah terbagi menjadi 3 klaster dengan <em>cluster validity</em> sebesar 0.072178</p>Ngatmari Ngatmari
Hak Cipta (c) 2026 Sinteks : Jurnal Teknik
2026-05-062026-05-0615119Implementasi Smart Ring Sebagai Media Autentikasi Pada Sistem Kontrol Akses Ruangan Berbasis ESP32
https://www.stt.web.id/jurnal/index.php/teknik/article/view/281
<p>Keamanan akses ruangan merupakan aspek penting dalam mencegah masuknya pihak yang tidak berwenang. Sistem penguncian konvensional yang masih menggunakan kunci fisik memiliki berbagai kelemahan, seperti risiko kehilangan, duplikasi, dan penyalahgunaan. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan <em>smart ring</em> sebagai media autentikasi pada sistem kontrol akses ruangan berbasis mikrokontroler ESP32 dengan memanfaatkan teknologi Bluetooth Low Energy (BLE). Metode penelitian yang digunakan adalah <em>Research and Development</em> (R&D) dengan pendekatan <em>prototyping</em> yang meliputi perancangan perangkat keras, perancangan perangkat lunak, implementasi sistem, dan pengujian kinerja. Pengujian autentikasi dilakukan sebanyak 20 kali percobaan yang terdiri atas 10 kali menggunakan <em>smart ring</em> terdaftar dan 10 kali menggunakan perangkat BLE yang tidak terdaftar. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu mencapai tingkat keberhasilan autentikasi sebesar <strong>100%</strong><strong>,</strong> dengan seluruh <em>smart ring</em> terdaftar berhasil dikenali dan seluruh perangkat yang tidak terdaftar berhasil ditolak. Pengujian jarak komunikasi BLE menunjukkan bahwa sistem mampu beroperasi secara stabil hingga jarak <strong>70 cm tanpa penghalang</strong><strong> dan 60 cm dengan penghalang,</strong> sedangkan pada jarak yang lebih jauh performa komunikasi mulai mengalami penurunan. Pengujian sistem keamanan juga menunjukkan tingkat keberhasilan <strong>100%</strong> dalam mendeteksi dan menolak akses dari perangkat yang tidak memiliki otorisasi.</p>Bambang Minto Basuki Muhammad Vigi Alvin Fadloli
Hak Cipta (c) 2026 Sinteks : Jurnal Teknik
2026-06-302026-06-301511015Implementasi Blue Ocean Strategy dalam Penerimaan Mahasiswa Baru STikes Maharani
https://www.stt.web.id/jurnal/index.php/teknik/article/view/282
<p class="zlae0wtextbase" style="text-align: justify;"><span lang="EN-ID">Persaingan antar perguruan tinggi dalam memperoleh mahasiswa baru semakin ketat seiring dengan meningkatnya jumlah institusi pendidikan tinggi dan perubahan jumlah calon mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi <span class="zlae0wtextbase1"><em>Blue Ocean Strategy</em></span> dalam proses penerimaan mahasiswa baru sebagai upaya menciptakan ruang pasar baru yang minim persaingan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi pada sivitas akademika Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Maharani. Analisis dilakukan menggunakan kerangka <span class="zlae0wtextbase1"><em>Blue Ocean Strategy</em></span>, khususnya <span class="zlae0wtextbase1"><em>Four Actions Framework</em></span> yang meliputi <span class="zlae0wtextbase1"><em>eliminate</em></span><em>, <span class="zlae0wtextbase1">reduce</span>, <span class="zlae0wtextbase1">raise</span>, dan <span class="zlae0wtextbase1">create</span></em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi strategi ini dilakukan melalui pengurangan prosedur administrasi yang kompleks, peningkatan kualitas layanan informasi dan promosi digital, serta penciptaan program unggulan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja dan perkembangan teknologi. Strategi tersebut mampu meningkatkan daya tarik perguruan tinggi, memperluas jangkauan calon mahasiswa, dan meningkatkan jumlah pendaftar secara signifikan. Dengan demikian, <span class="zlae0wtextbase1"><em>Blue Ocean Strategy</em></span> dapat menjadi alternatif strategi pemasaran pendidikan tinggi yang efektif dalam menghadapi persaingan penerimaan mahasiswa baru khususnya di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Maharani. </span></p>Dany FebriantoRatna Triwulandari
Hak Cipta (c) 2026 Sinteks : Jurnal Teknik
2026-07-172026-07-171511623Peran Kepercayaan Organisasional (Organizational Trust) Dalam Membentuk Komitmen Dan Kinerja Sumber Daya Manusia
https://www.stt.web.id/jurnal/index.php/teknik/article/view/283
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepercayaan organisasional (organizational trust) dalam membentuk komitmen organisasi (organizational commitment), menganalisis pengaruh organizational trust terhadap kinerja sumber daya manusia, serta menganalisis hubungan antara organizational commitment dengan kinerja sumber daya manusia pada pekerja di perusahaan rokok. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas lima orang pekerja perusahaan rokok yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa organizational trust berperan penting dalam membentuk organizational commitment melalui kemampuan, kepedulian, dan integritas organisasi yang mampu meningkatkan rasa percaya, loyalitas, dan keterikatan karyawan terhadap organisasi. Selain itu, organizational trust juga berpengaruh positif terhadap peningkatan kinerja sumber daya manusia melalui terciptanya komunikasi yang terbuka, motivasi kerja yang tinggi, serta hubungan kerja yang harmonis. Selanjutnya, organizational commitment terbukti memiliki hubungan positif dengan kinerja sumber daya manusia yang ditunjukkan melalui meningkatnya disiplin, tanggung jawab, produktivitas, dan kualitas kerja karyawan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepercayaan organisasional, komitmen organisasi, dan kinerja sumber daya manusia memiliki hubungan yang saling memperkuat sehingga organisasi perlu membangun budaya kerja yang transparan, adil, dan berorientasi pada pengembangan karyawan guna meningkatkan kinerja organisasi secara berkelanjutan.</p>Abdul HakimPanji Priya SahitaShinta Prastika KurniawanNorma Eka Sari Nastiti
Hak Cipta (c) 2026 Sinteks : Jurnal Teknik
2026-06-132026-06-131512435Strategi Pengembangan Usaha Kuliner Di Kota Malang Berbasis Ekonomi Kreatif
https://www.stt.web.id/jurnal/index.php/teknik/article/view/284
<p>Perekonomian saat ini telah memasuki fase baru di mana keunggulan daya saing ditentukan oleh inovasi dan kreativitas. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki kedudukan yang sangat potensial dalam perekonomian nasional, khususnya di sektor kuliner yang merupakan subsektor dari ekonomi kreatif. Usaha kuliner memiliki prospek yang bagus dan mampu meningkatkan kesejahteraan pelakunya apabila memiliki strategi yang efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui strategi pengembangan usaha yang dilakukan oleh pelaku usaha kuliner di kawasan strategis jalan Pulosari dan Jalan Kawi, Kota Malang, dengan pendekatan analisis rasio keuangan sebagai penyempurnaan dari penelitian sebelumnya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan lokasi di klaster kuliner Pulosari Kota Malang. Data didapatkan menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi serta dokumentasi terhadap 5 pelaku usaha kuliner dengan karakteristik unik. Hasil penelitian ini adalah strategi yang dapat diimplementasikan di usaha kuliner Jl. Pulosari dan Jl. Kawi Kota Malang yaitu strategi pengembangan produk, strategi pemasaran, peningkatan akses teknologi, strategi sumber daya, strategi pengelolaan keuangan, dan mewujudkan iklim bisnis yang kondusif bagi UMKM berbasis ekonomi kreatif.</p>Teguh Kurniawan
Hak Cipta (c) 2026 Sinteks : Jurnal Teknik
2026-06-302026-06-301513641Analisis Produktivitas Pekerjaan Plester Dinding Interior Berdasarkan Karakteristik Bidang Kerja Menggunakan Metode Time Study
https://www.stt.web.id/jurnal/index.php/teknik/article/view/285
<p style="margin: 0in; margin-bottom: .0001pt; text-align: justify;">Produktivitas tenaga kerja merupakan indikator penting dalam keberhasilan proyek konstruksi karena berpengaruh terhadap waktu, biaya, dan mutu pekerjaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbandingan durasi dan produktivitas tenaga kerja pada pekerjaan plester dinding interior dengan bukaan dan tanpa bukaan menggunakan metode <em>Time Study</em>. Penelitian dilakukan pada Proyek Pembangunan Gedung Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya, Kota Malang, melalui observasi langsung menggunakan stopwatch dan meteran. Produktivitas dihitung berdasarkan rasio luas pekerjaan terhadap waktu pelaksanaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerjaan plester dinding dengan bukaan memiliki durasi lebih singkat dibandingkan dinding tanpa bukaan karena luas efektif bidang plester lebih kecil. Produktivitas tenaga kerja berkisar 20,57–32,72 m²/jam/orang dan dipengaruhi oleh karakteristik bidang kerja, kondisi lapangan, koordinasi pekerja, serta kontinuitas material. Hasil penelitian dapat menjadi dasar dalam estimasi waktu, evaluasi produktivitas tenaga kerja, dan perencanaan proyek konstruksi gedung.</p>Reni Ambarwati
Hak Cipta (c) 2026 Sinteks : Jurnal Teknik
2026-06-302026-06-301514254Kemampuan Berbahasa Inggris Bagi Tour Guide Di Chepito Tour & Travel
https://www.stt.web.id/jurnal/index.php/teknik/article/view/286
<p class="pdq2pgselectionanchorcontainer" style="margin: 0in; margin-bottom: .0001pt; text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"><span lang="EN-ID" style="font-size: 10.0pt; color: black;">Kemampuan berbahasa Inggris merupakan kompetensi yang harus dimiliki oleh<span class="apple-converted-space"> </span><em>tour guide</em><span class="apple-converted-space"> </span>dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan mancanegara. Penguasaan Bahasa Inggris berperan penting dalam mendukung komunikasi yang efektif, penyampaian informasi mengenai destinasi wisata, serta peningkatan kualitas pelayanan wisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berbahasa Inggris para<span class="apple-converted-space"> </span><em>tour guide</em><span class="apple-converted-space"> </span>di Chepito<span class="apple-converted-space"> </span><em>Tour & Travel</em>. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner terbuka dan observasi. Penilaian dilakukan terhadap empat keterampilan berbahasa, yaitu<span class="apple-converted-space"> </span><em>speaking, reading, writing,</em><span class="apple-converted-space"> </span>dan<span class="apple-converted-space"> </span><em>listening</em>, yang dianalisis secara deskriptif berdasarkan skor, rata-rata, dan persentase pencapaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan Bahasa Inggris para<span class="apple-converted-space"> </span><em>tour guide</em><span class="apple-converted-space"> </span>berada pada kategori sangat baik. Aspek<span class="apple-converted-space"> </span><em>speaking</em><span class="apple-converted-space"> </span>memperoleh skor tertinggi sebesar <strong>386</strong><span class="apple-converted-space"> </span>dengan rata-rata<span class="apple-converted-space"> </span><strong>96,5</strong><span class="apple-converted-space"> </span>(96,5%), diikuti<span class="apple-converted-space"> </span><em>reading</em><span class="apple-converted-space"> </span>dengan skor<span class="apple-converted-space"> </span><strong>379</strong><span class="apple-converted-space"> </span>dan rata-rata<span class="apple-converted-space"> </span><strong>94,75</strong><span class="apple-converted-space"> </span>(94,75%),<span class="apple-converted-space"> </span><em>writing</em><span class="apple-converted-space"> </span>dengan skor<span class="apple-converted-space"> </span><strong>372</strong><span class="apple-converted-space"> </span>dan rata-rata<span class="apple-converted-space"> </span><strong>93</strong><span class="apple-converted-space"> </span>(93%), serta<span class="apple-converted-space"> </span><em>listening</em><span class="apple-converted-space"> </span>dengan skor<span class="apple-converted-space"> </span><strong>351</strong><span class="apple-converted-space"> </span>dan rata-rata<span class="apple-converted-space"> </span><strong>87,75 </strong>(87,75%). Temuan penelitian mengindikasikan bahwa keterampilan berbicara menjadi kompetensi yang paling dominan, ditunjang oleh kelancaran berbicara, penguasaan kosakata, dan pelafalan yang baik. Sementara itu, aspek<span class="apple-converted-space"> </span><em>listening</em><span class="apple-converted-space"> </span>masih memerlukan peningkatan, terutama dalam memahami berbagai aksen Bahasa Inggris dan ketepatan pelafalan. Dengan kata lain, para<span class="apple-converted-space"> </span><em>tour guide</em><span class="apple-converted-space"> </span>di Chepito<span class="apple-converted-space"> </span><em>Tour & Travel</em><span class="apple-converted-space"> </span>telah memiliki kompetensi Bahasa Inggris yang memadai untuk mendukung komunikasi dengan wisatawan mancanegara. Meskipun demikian, pelatihan berkelanjutan pada aspek<span class="apple-converted-space"> </span><em>listening</em><span class="apple-converted-space"> </span>dan penguatan tata bahasa (<em>grammar</em>) perlu dilakukan guna meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan wisata.</span></p>Bela RathdiktaningrumJeremy Haniel Raende
Hak Cipta (c) 2026 Sinteks : Jurnal Teknik
2026-06-302026-06-301515564Model Community-Based Tourism dalam Pengembangan Desa Wisata Tambaksari Berbasis Potensi Budaya, Kopi, dan Alpukat
https://www.stt.web.id/jurnal/index.php/teknik/article/view/287
<p style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"><span style="font-size: 10.0pt;">Pengembangan desa wisata berbasis <em>Community-Based Tourism</em> (CBT) merupakan salah satu pendekatan yang menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam pengelolaan dan pengembangan destinasi wisata secara berkelanjutan. Desa Wisata Tambaksari, Kabupaten Pasuruan, memiliki potensi lokal yang meliputi wisata budaya,agrowisata kopi, dan kebun alpukat yang berpeluang menjadi daya tarik wisata unggulan apabila dikelola secara terpadu. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model <em>Community-Based Tourism</em> dalam pengembangan Desa Wisata Tambaksari berbasis potensi budaya, kopi, dan alpukat, serta mengidentifikasi strategi pengembangan yang mampu meningkatkan daya saing destinasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan pemerintah desa, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pelaku UMKM, petani kopi dan alpukat, tokoh masyarakat, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini berangkat dari asumsi bahwa pengembangan desa wisata tidak hanya bergantung pada keberadaan potensi lokal, tetapi juga pada kapasitas masyarakat dan kelembagaan dalam mengelola potensi tersebut secara kolaboratif. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengembangan yang menekankan pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penguatan kapasitas kelembagaan Pokdarwis dan BUMDes, inovasi produk wisata berbasis budaya dan agrowisata, serta optimalisasi pemasaran digital untuk memperluas jangkauan promosi dan meningkatkan kunjungan wisatawan. Model <em>Community-Based Tourism</em> yang dikembangkan diharapkan mampu menjadi acuan dalam mewujudkan Desa Wisata Tambaksari sebagai destinasi wisata yang berdaya saing, berkelanjutan, serta memberikan manfaat ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan bagi masyarakat lokal.</span></p>Nofita SariSuliyani Suliyani
Hak Cipta (c) 2026 Sinteks : Jurnal Teknik
2026-06-302026-06-301516583Strategi Penanganan Keluhan Tamu di Hitana Restaurant Bali Niksoma Beach Resort
https://www.stt.web.id/jurnal/index.php/teknik/article/view/288
<p style="text-align: justify;"><span lang="EN-ID">Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam strategi penanganan keluhan tamu di Hitana Restaurant Bali Niksoma Beach Resort. Indikator penanganan keluhan dievaluasi menggunakan metode HEAT (<em>Hear them out, Empathize, Apologize, Taking action and follow up</em>). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan <em>Supervisor Food & Beverage Service</em>, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Aspek <em>Hear them out</em> dilaksanakan dengan baik melalui sikap mendengarkan secara aktif tanpa memotong pembicaraan tamu, menghargai keluhan, serta mencatat masalah dalam <em>logbook</em> operasional; (2) Aspek <em>Empathize</em> ditunjukkan dengan kemampuan pramusaji memahami kekecewaan tamu dan berkomunikasi secara empatik; (3) Aspek <em>Apologize</em> dilakukan melalui permohonan maaf secara lisan secara langsung maupun melalui <em>apologize letter</em> resmi; (4) Aspek <em>Taking action and follow up</em> terlaksana melalui klarifikasi inti masalah (seperti keterlambatan akibat penumpukan <em>captain order</em> di dapur atau makanan dingin), pemberian solusi (penggantian hidangan atau penghangatan ulang), serta koordinasi intensif dengan bagian dapur. Aspek <em>follow up</em> belum terlaksana secara maksimal karena tamu telah meninggalkan area restoran.</span></p>Lies Faiza SurayaCinita Amelio Desita Sari
Hak Cipta (c) 2026 Sinteks : Jurnal Teknik
2026-06-302026-06-301518489